Menu

Cara Menggunakan Web Server Bawaan dari PHP untuk Development #01

Cara Menggunakan Web Server Bawaan dari PHP untuk Development #01

 


Sebenarnya kita tidak butuh XAMPP, apache2, atau web server lainnya untuk menjalankan PHP di localhost.

Karena PHP sendiri sudah menyediakan server bawaan yang bisa kita gunakan untuk Development.

Pada PHP versi 5.4.0, CLI SAPI menyediakan fitur build-in web server yang memungkinkan kita untuk membuat server web dari perintah command line (CLI).

Mengapa lebih baik menggunakan ini daripada XAMPP atau apache2?

Karena dengan web server ini berjalan di console dan kita akan mudah mengetahui error dari sana.

Oh ya, server bawaan PHP ini tidak direkomendasikan untuk digunakan pada lingkungan produksi (prodcution).

Membuat Server dari Commnd Line

Pastikan PHP sudah terinstal, kemudian buat sebuah server dengan perintah berikut ini.

php -S localhost:8000
PHP

Perhatikan argumen -S, argumen tersebut menggunakan huruf kapital. Kemudian argumen kedua adalah alamat server dan nomer port yang akan digunakan. Nomer port bebas, asalkan tidak bentrok dengan nomer port service lain.

Gambar di atas menunjukkan, kalau servernya siap menerima request dari alamat http://localhost:8000 dengan root dokumenya /home/darkclownsecurity.

Kita akan mendapatkan error 404, karena tidak ada file index.php di root dokumen server tersebut. Berikut ini log yang akan tampil di terminal.

┌──(darkclownsecurity㉿DESKTOP-S3SB7H5)-[~]
└─$ php -S localhost:8000
[Fri Mar 19 17:46:32 2021] PHP 7.4.15 Development Server (http://localhost:8000) started
[Fri Mar 19 17:46:46 2021] 127.0.0.1:64569 Accepted
[Fri Mar 19 17:46:46 2021] 127.0.0.1:64570 Accepted
[Fri Mar 19 17:46:46 2021] 127.0.0.1:64569 [404]: (null) / - No such file or directory
[Fri Mar 19 17:46:46 2021] 127.0.0.1:64569 Closing
[Fri Mar 19 17:46:46 2021] 127.0.0.1:64571 Accepted
Plain text

Untuk menghentikan server, tekan tombol Ctrl+c.

Root Document

Root Document merupakan lokasi dari dokumen proyek atau web.

Misalkan, pada contoh percobaan di atas, root dokumennya berada di /home/darkclownsecurity/.

Karena saya menjalankan perintah tersebut di home direktori. Mari kita coba menggunakan root dokumen yang lain.

  • Buat sebuah direktori baru, kemudian masuk ke direktori tersebut
mkdir webku
cd webku
PHP
  • Buat sebuah file baru bernama index.php
touch index.php
PHP
  • Isi file tersebut dengan kode berikut ini
<?php
echo "Hallo, ini webku. Selamat datang ya";
?>
PHP
  • Keumudian jalankan servernya
php -S localhost:8000
PHP

Berikut ini hasil output yang akan kita dapatkan.

Lokasi dokumen root juga dapat kita tentukan secara spesifik dengan arugmen -t. Misalnya,

php -S localhost:8000 -t /var/www/html/proyek-web/
Plain text

Menggunakan Skrip Router

Router fungsinya untuk mengatur arah dan tujuan. Misalkan, sebuah permintaan (request) dengan URI /profil maka arahkan atau buka halaman profil.php.

  • Buatlah file baru pada direktori sebelumnya dengan nama router.php, kemudian isi dengan kode berukut.
<?php // router.php
switch ($_SERVER["REQUEST_URI"]){

case "/profil":
  include("profil.php");
  break;
case "/home":
  echo "Ini halaman Home";
  break;
default:
  echo "404: Halaman tidak ditemukan";

}
?>
PHP
  • Kemudian buatlah file bernama profil.php dengan isi sebagai berikut.
<?php
echo "Ini halaman profil";
?>
PHP
  • Jalankan servernya
php -S localhost:8000 router.php
Plain text

Hasil output yang akan kita dapatkan adalah seperti gambar ini.

Nah, itulah cara menggunakan web server bawaan PHP. Lebih lengkapnya, bisa dipelajari di dokumentasi PHP. Sekian tulisan kali ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Iklan Tengah Post

Ads middle content1

Ads middle content2